Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif, sehingga kadar gula darah menjadi tidak terkontrol. Tanpa penanganan yang tepat, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius pada berbagai organ tubuh.

Apa Itu Diabetes?

Diabetes melitus adalah kondisi medis kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa (gula) dalam darah. Terdapat tiga tipe utama diabetes: Tipe 1, yaitu kondisi autoimun di mana tubuh tidak menghasilkan insulin sama sekali; Tipe 2, yang paling umum ditemukan, terjadi saat tubuh tidak menggunakan insulin secara efisien; dan diabetes gestasional yang terjadi selama kehamilan.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi seperti "kunci" yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Ketika insulin tidak bekerja dengan baik, glukosa menumpuk di dalam darah dan menyebabkan berbagai kerusakan pada pembuluh darah serta saraf.

 Lebih dari 10 juta penduduk Indonesia menderita diabetes. Indonesia menempati urutan ke-7 negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Deteksi dini adalah kunci!

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisinya karena gejala awal yang sering dianggap sepele. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sering merasa haus berlebihan (polidipsi), sering buang air kecil terutama di malam hari (poliuri), serta rasa lapar yang tidak kunjung hilang meski sudah makan (polifagi). Gejala lain meliputi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, pandangan yang buram, serta luka yang lama sembuh.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan HbA1c adalah cara yang umum digunakan untuk mendiagnosis diabetes.

Cara Pencegahan

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 sebagian besar dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup yang konsisten. Berikut adalah lima langkah efektif yang dapat Anda lakukan:

  • Jaga berat badan ideal – Kelebihan berat badan, terutama di area perut, meningkatkan risiko resistensi insulin. Target BMI ideal adalah 18,5–24,9 kg/m².
  • Aktif berolahraga secara teratur – Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, untuk meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Terapkan pola makan sehat – Kurangi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan. Perbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.
  • Hindari rokok dan batasi alkohol – Merokok meningkatkan risiko diabetes dan memperburuk komplikasinya. Alkohol berlebih juga dapat mempengaruhi kadar gula darah.
  • Rutin periksa gula darah – Terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, pemeriksaan rutin sangat penting untuk deteksi dini.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini, risiko terkena diabetes dapat dikurangi secara signifikan. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis penyakit dalam di Payangan Hospital untuk mendapatkan panduan yang lebih personal dan tepat sasaran.

WA
Web Admin PH
Administrator Website – Payangan Hospital
Tim admin website Payangan Hospital yang mengelola dan mempublikasikan konten informasi kesehatan untuk masyarakat.